Tanjab Barat||Bulletin27.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, jajaran Polda Jambi tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud), Polda Jambi bersama Polres Tanjung Jabung Barat menggelar aksi konkret berupa penanaman 2.000 batang mangrove serta penaburan 2.000 ekor bibit ikan di kawasan pesisir Pantai Kelapa Mangrove Parit 9, Kamis pagi 28 Mei 2026.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan ekosistem pesisir, langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa keberadaan Polri juga menyentuh aspek yang lebih luas: menjaga keseimbangan alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama, di antaranya Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol. Dhovan Oktaviantoni, Dirreskrimum Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, Kapolres Tanjab Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, serta unsur TNI, pemerintah daerah, dan Bhayangkari.
Penanaman mangrove sendiri memiliki peran strategis dalam mencegah abrasi, menahan gelombang, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Sementara penaburan bibit ikan menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perairan bagi masyarakat pesisir.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polri.

“Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Ini adalah investasi masa depan bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ruang hidup bersama.
” Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang kian nyata, langkah seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan pilihan, melainkan keharusan. Menanam mangrove hari ini bukan sekadar aksi seremonial, ini adalah upaya menjaga garis masa depan ” ungkapnya. (JN)
