Cdl
JAKARTA|| Bulletin27.com – Berpikir Out of The Box Keberanian Menemukan yang Baru dan Kebaruan. Bisa saja berbeda atau bahkan bertentangan dengan apa yang banyak dilakukan orang sekarang.”
Disrupsi begitu cepat, apalagi ditambah hadirnya Al mampu melampaui ekspektasi dan prediksi, hal baru dan kebaruan menjadi sesuatu kekuatan untuk bertahan hidup bahkan tumbuh dan berkembang. Tatkala hanya statis dan begitu begitu saja tentu akan dianggap kuno, menyebalkan, membosankan dan akan ditinggalkan, tanpa dijatuhkan akan jatuh sendiri, tanpa dibunuh akan mati sendiri. Kreatifitas dan inovasi harus terus jalan sebagai terobosan terobosannya.
Hidup di era digital dituntut untuk cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses. Kebaruan tentu memerlukan proses kreatif yang bisa memberdayakan apa saja dalam kehidupan sehari hari. Konseptualnya dapat menembus batas sekat ruang dan waktu bahkan lintas generasi.
Dalam membangun loyalitasnya diperlukan media untuk orang lain memahaminya. Membranding mengemas dan memarketingkan semua saling terkait. Tidak lagi parsial dan model holistik atau sistemik harus dibangun. Manajemen media bagi sosialisasi menjadi keniscayaan dan keharusan.
Baru dan kebaruan memerlukan imajinasi dan cara berpikir yang di luar main stream, out of the box bahkan no box namun tetap berpegang pada keutamaan maupun core valuenya. Semua itu dilakukan dengan konsisten dan komitmen yang tinggi.
Kemampuan berimajinasi merupakan kemampuan mengabstraksikan atas fenomena dengan cara
berfikir helicopter view. Mampu melihat ke depan belakan atas bawah dan bisa kembali ke titik awal. Melepas belenggu captive mind nya.
Membuka cakrawala memang bukan perkara mudah, karena memerlukan keberanian, kemampuan mendobrak sesuatu yang mapan, bahkan beresiko tinggi. Tunas baru tidak akan muncul kalau tidak di pruning atau dipangkasi.
Apa yang dibahas di atas setidaknya dapat dilakukan dengan:
1. Belajar dan berlatih memetakan atau membuat kategori
2. Berpikir secara holistik atau sistemik
3. Berpikir model
4. Memahami makna yang ada di balik fenomena
5. Berpikir konseptual dan teoritikal
6. Melihat dalam berbagai pendekatan
Editor : Redaksi
