Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino Dorong Mahasiswa UNAJA Bijak dan Kritis Memanfaatkan AI dalam Penulisan Karya Ilmiah
- account_circle RedaksiBulletin27.com
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jambi, Bulletin27.com – Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknologi Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) menyelenggarakan kegiatan bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Ilmiah” pada 6 Juli 2026, bertempat di Gedung UNAJA.
Kegiatan tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I., dosen UNAJA sekaligus praktisi di bidang teknologi informasi, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman akademik dan praktis yang dimilikinya, ia memberikan wawasan komprehensif mengenai peluang, tantangan, serta etika penggunaan AI dalam proses penulisan karya ilmiah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi UNAJA ini berada di bawah kepemimpinan Devi Agung Kristanto selaku ketua. Acara tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi serta Ketua Program Studi, Imti Tsalil Amri, S.Kom., M.Kom. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi menunjukkan dukungan nyata terhadap peningkatan literasi digital, keterampilan akademik, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra pendukung dalam menemukan ide penelitian, menyusun kerangka tulisan, menelusuri literatur, memperbaiki struktur bahasa, merangkum informasi, serta mengevaluasi keterpaduan argumentasi dalam karya ilmiah.
Namun, ia menegaskan bahwa AI harus digunakan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab. Teknologi tersebut tidak boleh menggantikan proses berpikir mahasiswa, tetapi harus digunakan untuk memperkuat kemampuan analisis, kreativitas, produktivitas, dan kualitas akademik.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak menerima begitu saja setiap jawaban yang dihasilkan oleh AI. Setiap informasi perlu diperiksa kembali, dibandingkan dengan sumber ilmiah yang kredibel, serta dianalisis sesuai konteks penelitian. Hal ini penting karena AI masih berpotensi menghasilkan informasi yang tidak akurat, referensi yang tidak dapat dilacak, maupun kesimpulan yang tampak meyakinkan tetapi tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menurutnya, kemampuan menggunakan AI harus berjalan beriringan dengan pola pikir kritis. Mahasiswa perlu membiasakan diri untuk mempertanyakan informasi, memeriksa validitas data, mengevaluasi kekuatan argumen, membandingkan berbagai perspektif, serta menarik kesimpulan secara logis dan bertanggung jawab.
“AI dapat membantu mempercepat pekerjaan akademik, tetapi manusia tetap harus menjadi pengendali utama. Kualitas karya ilmiah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kedalaman berpikir, kejujuran akademik, serta kemampuan penulis dalam mempertanggungjawabkan setiap gagasan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain membahas manfaat AI, materi juga menyoroti pentingnya etika dalam penulisan karya ilmiah. Peserta didorong untuk menjaga orisinalitas, menghindari plagiarisme, mencantumkan sumber secara benar, tidak menggunakan referensi fiktif, serta mematuhi kebijakan institusi dan jurnal terkait penggunaan AI.
Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino juga menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah membutuhkan kemampuan menyusun prompt yang jelas, spesifik, kontekstual, dan sesuai dengan tujuan akademik. Namun, kemampuan membuat prompt bukanlah satu-satunya kompetensi yang dibutuhkan. Mahasiswa tetap harus memiliki penguasaan substansi keilmuan agar mampu menilai apakah keluaran AI benar-benar relevan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyampaian materi yang komunikatif, aplikatif, dan dekat dengan kebutuhan mahasiswa membuat kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga diajak untuk merefleksikan posisi mereka sebagai insan akademik yang memiliki tanggung jawab moral terhadap setiap karya yang dihasilkan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi UNAJA, Devi Agung Kristanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai cara memanfaatkan AI secara produktif tanpa mengabaikan integritas akademik. Keterampilan tersebut dinilai penting dalam mendukung penyusunan tugas kuliah, proposal penelitian, laporan akademik, skripsi, dan artikel ilmiah.
Kehadiran Dekan Fakultas Sains dan Teknologi serta Ketua Program Studi, Imti Tsalil Amri, S.Kom., M.Kom., semakin memperkuat makna kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen UNAJA dalam membangun budaya akademik yang adaptif, inovatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran bahwa kecanggihan AI tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa diimbangi kemampuan berpikir kritis, etika, dan penguasaan keilmuan. Mahasiswa dituntut bukan hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menilai, mengoreksi, dan mengendalikan penggunaannya.
Melalui kegiatan “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penulisan Karya Ilmiah”, UNAJA kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi transformasi digital.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seminar mengenai penggunaan teknologi, melainkan ruang untuk membangun cara berpikir baru. Di era AI, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna yang cepat, tetapi harus menjadi pemikir yang kritis, penulis yang jujur, dan akademisi yang bertanggung jawab.
Sebab, karya ilmiah yang berkualitas tidak lahir hanya dari teknologi yang canggih, tetapi dari pikiran yang tajam, sikap yang bijak, dan integritas yang tetap terjaga.
- Penulis: RedaksiBulletin27.com

