Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penolong: Moralitas Polisi dalam Pemolisiannya

  • account_circle RedaksiBulletin27.com
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)

JAKARTA || Bulletin27.com – Polisi bekerja melalui pemolisiannya baik di ranah birokrasi maupun ranah masyarakat untuk mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial. Keutamaannya pada kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban, yang semua itu hakekatnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terjaminnya keamanan dan rasa aman dalam hidup dan kehidupan masyarakat. Dengan adanya keamanan dan rasa aman, warga masyarakat dapat melakukan aktifitasnya untuk menghasilkan produksi yang dapat membuat mereka hidup tumbuh dan berkembang.

Secara singkat dalam bahasa jawa dapat dikatakan “nguwongke” atau secara umum dapat dipahami untuk memanusiakan manusia dan semakin manusiawinya manusia. Mengangkat harkat dan martabat manusia. Di situ dapat ditunjukan bahwa segala usaha dan upaya kepolisian secara manajemen maupun operasional adalah untuk menjaga kehidupan dengan terjamin keamanan dan rasa aman, terwujud dan terpeliharanya keteraturan sosial.

Polisi dalam menyelenggarakan tugasnya secara preemtif, preventif, represif bahkan merehabilitasi berbasis atau mengacu pada aturan hukum. Namun sejatinya polisi tidak sebatas penegak hukum semata, juga menegakan keadilan. Hukum adalah ikon peradaban. Tatkala menegakan hukum tidak diketemukan rasa keadilan, rasa kemanusiaan maka polisi boleh mengambil kebijaksanaan bahkan mengabaikan hukum tsb melalui: diskresi, alternative dispute resolution maupun restorstive justice. Polisi boleh mengambil tindakan tersebut dengan landasan:

  1. Kemanusiaan,
  2. Keadilan,
  3. Kepentingan yang lebih luas,
  4. Edukasi.

Nilai-nilai moral yang berlaku di dalam masyarakat, juga menjadi acuan polisi dalam pemolisiannya. Prinsip-prinsip yang dilakukan sama, namun gayanya dapat bervariasi dan dapat menyesuaikan corak masyarakat dan kebuadayaanya. Dengan demikian polisi dalam menegakan hukum dapat dikatakan membangun peradaban dan berjuang demi kemanusiaan.

Jiwa yang paling mendasar sebagai polisi adalah menjadi penolong yang setidaknya mencakup:

  1. Polisi bekerja melalui pemolisiannya baik di ranah birokrasi maupun ranah masyarakat untuk kemanusiaan, keteraturan sosial, pembangunan peradaban,
  2. Hakekat pemolisiannya berorientasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terjaminnya keamanan dan rasa aman dalam hidup dan kehidupan masyarakat,
  3. Tujuan pemolisiannya adalah untuk mengangkat harkat dan martabat manusia,demi semakin manusiawinya manusia,
  4. Pemolisiannya bersifat: Preemtif, Preventif, Represif dan Rehabilitasi,
  5. Penegakam hukum dan keadilan menunjukan sebagai ikon peradaban,
  6. Kewenangan: Diskresi, Alternative Dispute Resolution maupun Restorstive Justice delakukan demi:
    a. Kemanusiaan,
    b. Keadilan,
    c. Kepentingan yang lebih luas,
    d. Edukasi.
  7. Moralitas pemolisiannya juga mengacu nilai nilai moral yang berlaku di dalam masyarakat,
  8. Pola pemolisiannya menerapakan satu prinsip seribu gaya dengan menyesuaikan corak masyarakat dan kebudayaanya,
  9. Pemolisiannya menunjukan sebagai Pejuang Kemanusiaan yang direfleksikan sebagai penolong,
  10. Peka, Peduli, Empati dan berbelarasa bagi kemanusiaan, dan keteraturan sosial.

Tatkala lemah atau rendah kualitas atau bahkan tidak memiliki jiwa penolong maka tindakanya akan selalu “ngeles sana ngeles sini”. Apa yang terjadi? Mencari alasan, lempar sana lempar sini dan mencari enaknya sendiri. Biasanya jauh dari kebenaran, yang dilakukan sebatas pembenaran pembenaran. Empati dan belarasanya kepada yang menderita dilakukan jika terpaksa atau tatkala dilihat atau diperintah pimpinannya. Kejumawaan, ketamakan dan amarah yang terfeleksi dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya yang akan menggerakan kewenangannya demi keuntungan pribadi maupun kroninya semata. Sifatnya akan menjadi safety player. Lempar handuk kalau tidak menguntungkan. Baik karena ada maunya atau terpaksa karena takut dipindahkan dari posisinya.

Jiwa polisi adalah jiwa penolong. Memiliki empati dan belarasa kepada manusia dan kemanusiaannya yang begitu besar. Jiwa voulenteernya juga tinggi sehingga bekerja dalam pemolisiannya berbasis kesadaran. Karena polisi bertugas ubtuk “nguwongke, menyadarkan, membantu, memberi teladan, membela kebanaran dan banyak halnkemanusiaan lainnya”. Dasar jiwa penolong ini yang menguatkan pemolisiannya untuk dapat menjadi penjaga kehidupan, pembangun peradaban sekaligus pejuang kemanusiaan.

Tugas polisi melalui pemolisiannya ambigu dan berpotensi konflik atau berdampak pada citra. Pekerjaan polisi pada hakekatnya adalah untuk memanusiakan demi semakin manusiawinya manusia. Oleh sebab itu, pemolisian sebagai upaya polisi menjaga kehidupan dan membangun peradaban serta berjuang bagi kemanusiaan adalah seni.

Membangun pemolisian berbasis seni budaya dan pariwisata dapat dikatakan sebagai art policing. Basis polisi dan pemolisan yang sjalan dengan keutamaannya adalah moralitas.

Moralitas dibangun atas adasar “kesadaran” orang yang sadar akan bertanggung jawab dan disiplin. Moralitas dalam pemolisian setidaknya dapat dilakukan langkah langkah sbb:

  1. Ada role modelnya.
    Ada tokoh di berbagai bagian dan lini kepolisian patut jadi contoh,
  2. Mengajarkan dan melatihkan keutamaan polisi dan pemolisiannya melalui core valuenya pada kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban,
  3. Membangun budaya malu untuk tidak berbuat cela,
  4. Memberikan penghargaan bagi orang orang yang baik dan benar sebagai local heroes,
  5. Membangun marwah lembaga pendidikan sebagai wadah pendidikan bagi para:
    a. Petugas penjaga kehidupan,
    b. Pembangun peradaban,
    c. Pejuang kemanusiaan,
  6. Pola pengasuhan penanaman budaya kepolisian:
    a. Olah jiwa yang dapat dikaitkan dalam spiritualitas keagamaan,
    b. Olah rasa diimplementasikan pada kecintaan akan seni dan budaya,
    c. Olah raga menumbuhkemnagkan potensi kebugaran raga,
  7. Membangun lingkungan kerja kepolisian dalam nuansa kemanusiaan,
  8. Mengimplementasikan polisi sebagai penegak hukum dan keadilan,
  9. Mata pelajaran/ kurikulumnya dapat diklaster yang dikategorikan sbb:
    a. Mata pelajaran dasar:
    1). Nilai-nilai keindonesiaan,
    2). Nilai-nilai kebhayangkaraan,
    3). Karakter kepemimpinan,
    4). Etika publik (anti korupsi), 5). Budaya dan gaya hidup sebagai polisi,
    6). Filsafat ilmu pengetahuan dan metodologi penelitian,
    b. Mata pelajaran pokok atau inti yang berbasis pada ilmu kepolisian:
    1). Ilmu ilmu sosial dan humaniora,
    2). Hukum, penegakan hukum dan keadilan,
    3). Penanganan pelanggaran, kejahatan dan penyimpangan sosial,
    4). Administrasi kepolisian,
    5). Operasional kepolisian,
    6). Teknik dan teknis pemolisian dari pencagahan, penanganan dan rehabilitasi,
    7). Studi kasus dan penyelesaian masalah,
    8). Public relation dan membangun jejaring,
    9). Model dan alternatif gaya pemolisian,
    10). Media management,
    11). Bisa di tambah hal-hal yang bersifat kearifan lokal yang sesuai dengan corak masyarakat dan kebudayaannya,
    12). Teknologi kepolisian
    c. Kapita selekta
    Kelompok mata pelajaran yang berkaitan dengan isu-isu penting yang terjadi dalam masyarakat:
    1). Idiologi,
    2). Politik,
    3). Ekonomi,
    4). Sosial budaya,
    5). Pertahanan,
    6). Keamanan dsb.
  10. Menerapkan sistem reward and punishment diterapkan dengan baik dan benar sesuai prestasi dan dapat dikatakan sebagai:
    a. Tindakan anti korupsi,
    b. Reformasi birokrasi,
    c. Terobosan kreatif.

Polisi dan pemolisiannya merupakan bagian dari kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban. Citra akan diperoleh tatkala ada ketulusan, kerendah hatian, ketegasan dan keberanian untuk berbuat baik dan memperbaiki serta mampu mengapresiasi orang orang yang baik dan benar sesuai dengan konteksnya. Setiap langkah pemolisian dapat dipertsnggung jawabkan secara: moral, hukum, administrasi, fungsional dan sosial.

  • Penulis: RedaksiBulletin27.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Tuntut Tiga Terdakwa Perkara Korupsi di BNI di Pengadilan Tipikor Jambi

    Jaksa Tuntut Tiga Terdakwa Perkara Korupsi di BNI di Pengadilan Tipikor Jambi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bulletin27.com, Jambi – Kejaksaan Negeri Jambi telah menuntut Perkara Tipikor Atas nama Terdakwa WH, RG dan VG di Pengadilan Tipikor Jambi pada Senin 02 Desember 2025. Para terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan bersama-sama dan bermufakat dengan tersangka BK dan AR dengan cara memanipulasi data dokumen yang menjadi syarat untuk  pengajuan mendapatkan fasilitas Investasi dan Modal Kerja […]

  • Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

    Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bulletin27.com, JAKARTA — Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment […]

  • Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Kegiatan Bersih-Bersih Pantai Bersama TNI dan Warga di Kecamatan Seunuddon Aceh Utara

    Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Kegiatan Bersih-Bersih Pantai Bersama TNI dan Warga di Kecamatan Seunuddon Aceh Utara

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bulletin27.com, Dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas)Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai bersama personel TNI dan masyarakat setempat di wilayah Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir sekaligus upaya memperkuat sinergitas antara TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Aksi bersih pantai […]

  • Kapolda Jambi Ikuti Rakor TPID Se-Provinsi, Fokus pada Kelancaran Distribusi Bapok

    Kapolda Jambi Ikuti Rakor TPID Se-Provinsi, Fokus pada Kelancaran Distribusi Bapok

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sinergi Pemprov dan Polda Jambi: Perkuat Pengawasan Stok Pangan Hadapi Idulfitri Bulletin27.com, JAMBI – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar kegiatan Koordinasi dan Sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi Semester I Tahun 2026, Kamis […]

  • Pusat Studi Kepolisian

    Pusat Studi Kepolisian

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Chryshnanda DL Polisi merupakan lembaga yang didirikan sebagai lembaga negara yang memiliki tugas mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial, memberikan jaminan keamanan dan rasa aman menangani kejahatan dan hal hal yang kontra produktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial agar ada keamanan dan rasa aman warga yang melaksanakan aktifitas untuk dapat berproduksi […]

  • Polda Jambi Launching Presisi Merdeka Run Jambi 2026, Wujudkan Semangat “Satu Langkah, Sejuta Perubahan”

    Polda Jambi Launching Presisi Merdeka Run Jambi 2026, Wujudkan Semangat “Satu Langkah, Sejuta Perubahan”

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle RedaksiBulletin27.com
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jambi||Bulletin27.com – Polda Jambi resmi meluncurkan kegiatan Presisi Merdeka Run Jambi 2026 pada Sabtu (06/06/2026) pagi. Kegiatan launching yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dibuka oleh Karo Rena Polda Jambi dan berlangsung dengan rute start dari Lapangan Mapolda Jambi serta finish di Eks Arena MTQ Jambi. Peluncuran ini menjadi tanda dimulainya rangkaian persiapan menuju pelaksanaan […]

expand_less