Enam Hari Berjibaku, Karhutla HLG Londerang Tuntas, Luasan Sementara Capai 86 Hektare
- account_circle redaksibulletin27.com
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bulletin27.com,Tanjab Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, tepatnya di Desa Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, berhasil dituntaskan setelah melalui proses pemadaman selama enam hari.03/09/2026
Kebakaran di kawasan tersebut pertama kali terpantau melalui patroli udara menggunakan drone milik PT Wira Karya Sakti (WKS) sejak Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Manggala Agni (MA) Daops Bukit Tempurung langsung bergerak melakukan penanganan. Satu tim yang baru menyelesaikan pemadaman karhutla di Pandan Sejahtera segera digeser ke kawasan HLG Londerang.
Penguatan kemudian dilakukan dengan mengerahkan satu tim lainnya setelah menyelesaikan penanganan karhutla di Desa Rawasari, Kecamatan Berbak. Sementara itu, satu tim BKO dari Manggala Agni Daops Kota Jambi turut bergerak ke lokasi pada Jumat pagi.
Dalam proses pemadaman, tim menghadapi kendala serius berupa kondisi kanal di kawasan HLG yang mulai mengering. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. Untuk mengatasi kendala tersebut, PT WKS mengerahkan alat berat guna membuat embung dengan jarak sekitar 50 meter sebagai upaya mendukung ketersediaan air di lokasi kebakaran.
Memasuki hari kedua, sumber air dari kanal yang berbatasan dengan konsesi PT WKS mulai dialirkan ke kanal di kawasan HLG Londerang. Langkah tersebut membantu memperkuat pasokan air bagi tim di lapangan dan mempercepat proses pemadaman.

Secara keseluruhan, penanganan karhutla melibatkan sekitar 218 personel, terdiri dari tiga tim Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, TNI-Polri, BPBD, Basarnas Tanjung Jabung Timur, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Parit Culum I. Selain personel, operasi juga didukung 11 unit alat berat dan satu unit water bombing milik PT WKS.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan selama enam hari, api dinyatakan berhasil dituntaskan pada 2 September 2026 sekitar pukul 17.20 WIB. Pada tahap akhir, pemadaman melibatkan 10 personel Manggala Agni bersama 50 personel RPK PT WKS.
Berdasarkan estimasi sementara dari PT WKS, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±86 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena penghitungan luasan secara pasti melalui analisis citra satelit masih dalam proses digitasi oleh tim Kementerian Kehutanan.
Kepala Manggala Agni Kementerian Kehutanan/Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, menyampaikan bahwa proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan api benar-benar terkendali di kawasan gambut tersebut.
“Pemadaman telah dinyatakan tuntas. Untuk luasan sementara diperkirakan sekitar 86 hektare, sedangkan hasil penghitungan pasti masih menunggu analisis citra satelit yang saat ini sedang dilakukan tim Kementerian Kehutanan,” ujar Sandy Prabowo.
- Penulis: redaksibulletin27.com

