Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I.: AI Mulai Ubah Cara Akademisi Meneliti, dari Ide hingga Artikel Jurnal
- account_circle redaksibulletin27.com
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bulletin27.com, JAMBI — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI mulai memberi cara baru bagi akademisi dalam mengerjakan penelitian. Melalui pelatihan yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, peserta tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan mulai dari mencari referensi hingga menyiapkan artikel jurnal.
Pelatihan bertajuk “Dari Ide Penelitian Hingga Artikel Jurnal dengan AI, Pencarian Referensi Cerdas dan Mendeley” di buka oleh Dr. Novita Sari, S.E., M.M. Kepala Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (UNJA). Kegiatan digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I., dosen, peneliti sekaligus praktisi AI. Materi diberikan secara praktis dengan memperkenalkan pemanfaatan AI dalam beberapa tahapan yang biasa dilakukan dalam proses penelitian.
Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I., menjelaskan AI dapat dimanfaatkan untuk memangkas waktu pada sejumlah tahapan penelitian. Mulai dari mencari literatur, memetakan topik hingga membantu peneliti menemukan arah pengembangan sebuah gagasan.
“Sekarang peneliti tidak harus memulai semuanya dari nol. AI bisa kita gunakan untuk membantu mencari referensi dan mengembangkan ide. Tetapi tetap harus kita cek, terutama sumbernya. Jangan sampai karena ingin cepat, justru kita menggunakan informasi yang tidak valid,” katanya.

Ia menilai penggunaan AI di lingkungan akademik juga membutuhkan pemahaman tentang cara kerja teknologi tersebut. Peneliti, kata dia, tetap harus membaca sumber asli dan memahami materi yang akan ditulis.
” AI itu membantu pekerjaan kita, bukan menggantikan peneliti. Kalau ada data atau referensi yang diberikan, kita harus telusuri lagi. Jadi yang kita kejar bukan hanya cepat selesai, tetapi bagaimana penelitian itu tetap bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain AI, para peserta yang merupakan mahasiswa prodi Manajemen dan Ekonomi Islam FEB UNJA juga mendapatkan materi mengenai Mendeley, terutama untuk membantu mengelola referensi dan sitasi dalam penulisan artikel ilmiah.

Pelatihan tersebut sekaligus memperkenalkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan AI untuk pekerjaan akademik. Salah satunya adalah akurasi informasi, karena hasil yang diberikan AI tetap dapat mengandung kesalahan dan tidak dapat langsung dianggap sebagai sumber ilmiah.
Dr. Ade Oktarino berharap materi yang diberikan dapat menjadi tambahan pengetahuan dalam menghadapi perubahan cara kerja penelitian yang semakin banyak menggunakan teknologi digital.
” Perkembangan AI sendiri membuat sejumlah tahapan penelitian yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dikerjakan dengan bantuan teknologi. Namun, pemilihan sumber, pemeriksaan data dan isi penelitian tetap menjadi bagian yang harus dilakukan oleh peneliti,” tutupnya.
- Penulis: redaksibulletin27.com

