AI dan Disinformasi Jadi Tantangan Baru Intelijen, Dr. Ade Oktarino Tekankan Pentingnya Verifikasi
- account_circle redaksibulletin27.com
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bulletin27.com||JAMBI — Ditintelkam Polda Jambi dan Jajaran melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Personel Fungsi Intelkam T.A 2026 dalam rangka penguatan kapasitas personel, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dianalisis. Kamis 8/10/2026.
Dengan mengangkat tema “AI dan Disinformasi: Ancaman Baru bagi Ketertiban Sosial” Kegiatan di laksanakan di Hotel Dua Ratu Jambi, Pelatihan dibuka oleh Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Jambi AKBP S. Bagus Santoso, S.I.K., M.H. dan dikuti oleh personel Intelkam jajaran Polda.
AKBP S. Bagus Santoso menyampaikan, Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kemampuan personel intelijen dalam membaca, memilah, serta menganalisis informasi menjadi semakin penting. Informasi yang datang dalam jumlah besar tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi harus mampu diolah menjadi bahan analisis yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan.
Ia menegaskan, persoalan tersebut menjadi focus perhatian dalam kegiatan pelatihan. Untuk menjawab tantangan itulah yang diangkat dalam pelatihan “AI dan Disinformasi: Ancaman Baru bagi Ketertiban Sosial”. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I. sebagai narasumber.
” Di era ketika informasi bergerak dalam hitungan detik, tantangan intelijen bukan lagi sekadar mendapatkan informasi, tetapi memastikan informasi tersebut benar, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” Jelasnya.

Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I. memaparkan, Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa kemudahan dalam mengolah informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru di tengah masyarakat. Kemampuan memilah informasi, mengenali potensi disinformasi, hingga membaca keterkaitan berbagai informasi menjadi semakin penting untuk menjaga ketertiban sosial.
Dr. Ade Oktarino menjelaskan, AI tetap merupakan alat yang membutuhkan verifikasi manusia. Sebab, dalam penggunaannya, AI memiliki beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai, Yaitu ;
- Pertama, halusinasi, yaitu ketika AI memberikan informasi atau detail yang sebenarnya tidak memiliki sumber. AI bisa saja menambahkan atau mengimprovisasi informasi tanpa kita sadari.
- Kedua, ambiguitas. Ditekankan agar setiap konteks informasi tetap harus diperiksa. Dikarenaka menjaga agar tidak ada kesalahan informasi saat merangkum atau mengikuti perintah, sehingga informasi tertentu, termasuk jabatan atau detail penting, bisa berubah.
- Yang terakhir adalah overconfidence, ketika AI menyampaikan suatu informasi dengan tingkat keyakinan tinggi, padahal informasi tersebut belum tentu benar.

” Dalam menggunakan AI, manusia tetap harus melakukan verifikasi, menilai sumber, dan menentukan tingkat prioritas informasi. AI dapat membantu melakukan analisis, tetapi keputusan akhir tetap berada pada manusia,” tegasnya.
Pelatihan berjalan interaktif, diskusi santai antara Dr. Ade dengan peserta pelatihan personel Intelkam Polda Jambi yang dengan menjawab pertanyaan terkait penggunaan AI dalam menjalankan tugas sehari hari.
Kegiatan ditutup oleh Kasubbag Renmin (Direktorat Intelkam Polda Jambi) AKP Malik, S.H. Ia menekankan agar setiap kesempatan pelatihan benar benar menjadi ruang belajar, menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi yang memberi kemudahan dalam menjalankan Tugas sebagai anggota Polri.
- Penulis: redaksibulletin27.com

