Cdl
Bulletin27.com, Jakarta – Polres sebagai KOD (Kesatuan Operasional Tingkat Dasar) menjadi tumpuan atas pengelolaan keteraturan sosial tingkat kota atau kabupaten. Implementasi program dari tingkat Mabes maupun Polda yang langsung bersentuhan kepada masyarakat ada pada level polres dengan fungsi kepolisian yang lengkap.
Penyelenggaraan manajemen maupun operasional dengan atau tanpa upaya paksa dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial (pemolisian/policing) dalam birokrasi maupun masyarakat dilaksanakan secara rutin, khusus maupun kontijensi.
Di era kenormalan baru smart policing menjadi model smart management maupun smart operation dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas prima. KOD dapat dimaknai sebagai kesatuan operasional yang lengkap pemolisiannya dalam pendekatan:
- Wilayah ( polsek, pospol hingga babinkamtibmas),
- Pendekatan fungsi ( fungsi utama, fungsi pendukung dan fungsional),
- Pendekatan dampak masalah yang dikelola bagian operasi (bag ops) dalam pemolisian lintas wilayah, lintas fungsi maupun lintas stake holder.
Smart policing di era digital maupun era kenormalan baru, model pengelolaannya dapat dibangun dengan model super cops. Kontek ini bukan berarti super body atau supar kewenangan melainkan super kompetensinya. Di dalam penyelenggaraannya ada harmoni antara model conventional policing, Electronic policing (E policing) maupun forensic policing.
E policing merupakan model pemolisian yang berbasis elektronik di era digital untuk menjembatani dengan dibangun : back office / operation room/ pusat K3i ( komunikasi, komando pengenadilan, koordinasi dan informasi) atau posko secara elektronik yang didukung aplikasi berbasis artificial intellgent (AI) dan network yang berbasis internet of things ( IoT).
Dukungan elektronik akan membantu sistem monitoring, kecepatan pelayanan kepolisian (keamanan, keselamatan, hukum, administrasi maupun kemanusiaan) secara prima ( cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses). Kesemua itu memerlukan model smart management sebagai sistem managerial maupun operasional dapat dilakukan secara holisitik ataupun sistemik sesuai dengan corak masyarakat dan kebudayaannya. Kebutuhan keamanan dan rasa aman antara satu dareah dengan daerah lainya berbeda / bervariasi sesuai konteksnya / sesuai corak masyarakat dan kebudayaannya.
Model smart management maupun smart operation diback up atau dijembatani melalui E policing untuk penanganan pada komunitas maupun lalu lintas secara proaktive dan problem solving. Model smart management dan smart operation diimplementasikan melalui back office bagi komunitas melalui call and comand centre dan penanganan lalu lintas melalui traffic management centre.
Sistem k3i (Komunikasi Koordinasi Komando dan Pengendalian dan Informasi) menjadi penting dan mendasar untuk pelayanan kepolisian yang bersifat rutin, khusus maupun kontigensi. Keteraturan sosial dapat dibangun dengan mewujudkan keamanan dan rasa aman warga melalui Sentra Pelayanan Kepolisian.
Sistem pelayanan publik dalam pemolisian bagi Kemanusiaan, Keteraturan Sosial maupun Peradaban agar terwujud dan terpelihara keamanan dan rasa aman dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Di era digital dan era kenormalan baru model “Smart City” dahulu dukenal dengan model Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) dapat dibangun untuk :
- Mendukung ” Good and Clean Governance” diawaki aparatur yang profesional dan tidak memeras/ menerima suap;
- Mewujudkan sistem Keamanan yang ditangani secara sinergis, terpadu dan berkesinambungan;
- Adanya pelayan kepada publik yang prima;
- Adanya tingkat keamanan dan rasa aman warga yang tinggi, yang dapat mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat
- Penegakkan hukum yang tegas dan berwibawa (tidak KKN/ tidak tebang pilih) dan menjadi ikon peradaban
- Adanya board yang merupakan wadah para pemangku kepentingan untuk bekerja sama mencari akar masalah dan menemukan solusi yang tepat dan dapat diterima oleh semua pihak.
Dengan model Smart City dengan pendekatan Smart Policing yang dikelola dalam Smart Management dan Smart Operation dapat menghasilkan Algoritma (dalam info grafis, info statistik maupun ifo grafis lainnya) yang menjadi landasan “Indeks Keamanan”. Yang dapat dilihat dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.(Red/JA)
Editor: Redaksi
Sumber: Lemdiklat Polri/Cdl
