Manggala Agni Dorong Penguatan Monitoring dan Respons Dini Penanganan Karhutla di Muaro Jambi
- account_circle JUNA
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARO JAMBI, Bulletin27.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar di Ruang Rapat Penanggulangan Karhutla, Makorem 042/Garuda Putih. 18/8/2026
Rapat dipimpin Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., selaku Plh. Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Karo Ops Polda Jambi, Wakapolres Muaro Jambi, Dandim 0415/Jambi, Kepala Kejari Muaro Jambi, BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG Jambi, Basarnas, Manggala Agni, Damkar Muaro Jambi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Jambi serta sejumlah OPD terkait.
Dalam rapat tersebut, Koordinator Manggala Agni Wilayah Provinsi Jambi, Rinaldi, S.P., M.Si., turut menyampaikan paparan, masukan dan sejumlah langkah strategis dalam penanganan karhutla.
Rinaldi menegaskan bahwa Manggala Agni merupakan bagian dari Satgas Darat yang akan turut berperan dalam operasi penanganan karhutla. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan karhutla sangat ditentukan oleh kekuatan kolaborasi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan di lapangan.
“Kolaborasi serta kerja sama yang kuat dari seluruh stakeholder di lapangan sangat menentukan keberhasilan setiap operasi penanganan karhutla,” ujar Rinaldi dalam paparannya.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring dan sistem peringatan dini atau early warning. Informasi tersebut dinilai menjadi dasar dalam menentukan target operasi sekaligus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Selain itu, Rinaldi mendorong pemetaan seluruh sumber daya pemadam yang tersedia di lapangan agar pengerahan personel dan peralatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah mendapatkan pelatihan juga dinilai perlu terus diperkuat. MPA diharapkan mampu melakukan penanganan awal ketika menemukan titik kebakaran, sehingga api dapat dikendalikan sedini mungkin sebelum tim pemadam tiba di lokasi.
“Upaya pemadaman dini oleh masyarakat yang telah dibekali kemampuan sangat penting untuk mencegah api meluas,” jelasnya.
Tak hanya penanganan saat terjadi kebakaran, Rinaldi juga menyoroti pentingnya restorasi dan pemeliharaan infrastruktur pengendalian kebakaran di kawasan gambut.
Menurutnya, sejumlah infrastruktur yang telah dibangun di lahan gambut, seperti sekat kanal, sumur bor dan embung, perlu mendapat perhatian bersama. Sebagian infrastruktur tersebut disebut berada dalam kondisi kurang layak, bahkan ada yang sudah tidak berfungsi.
Karena itu, pemeliharaan dan optimalisasi infrastruktur gambut dinilai menjadi bagian penting dari strategi pencegahan karhutla, khususnya dalam menjaga kondisi lahan tetap basah dan mengurangi risiko kebakaran.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respons terhadap potensi karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
- Penulis: JUNA

