Karhutla Jambi: 36 Hotspot Terdeteksi, Luas Lahan Terbakar Capai 4.149,59 Hektare
- account_circle redaksibulletin27.com
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBI, Bulletin27.com — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dilakukan secara terpadu oleh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, Basarnas serta sejumlah pihak terkait.
Berdasarkan perkembangan Posko Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi hingga Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, tercatat 36 hotspot terpantau pada hari yang sama. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 9 hotspot. Sementara itu, akumulasi pemantauan hotspot sejak 1 Januari hingga 1 Oktober 2026 mencapai 11.705 titik di wilayah Provinsi Jambi.
Hotspot pada 2 Oktober 2026 terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Merangin dan Tebo.
Dari akumulasi hotspot sejak awal tahun, beberapa daerah tercatat memiliki jumlah hotspot cukup tinggi, yakni Tebo 2.103 titik, Sarolangun 2.082 titik, Muaro Jambi 1.476 titik, Batanghari 1.406 titik, serta Tanjung Jabung Timur 2.103 titik berdasarkan rekap posko.
Rekapitulasi luas lahan terbakar periode 1 Januari hingga 2 Oktober 2026 mencatat total mencapai 4.149,59 hektare. Luas lahan terbakar terbesar tercatat di Batanghari 1.246,79 hektare, disusul Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, dan Tebo 403,76 hektare.
Sementara itu, Bungo tercatat 86,75 hektare dan Merangin 17,30 hektare. Untuk Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi dalam rekap tersebut tercatat nihil.
Sejumlah wilayah masih berada dalam kondisi rawan. Dari sisi tingkat kemudahan terbakar, kondisi pada 2 Oktober 2026 berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar di sejumlah wilayah.
Namun, beberapa daerah seperti Kota Sungai Penuh, Kerinci, sebagian Sarolangun, Merangin dan Bungo tercatat berada dalam kondisi relatif aman atau tidak mudah terbakar.
Arah angin pada 2 Oktober bergerak dari tenggara menuju selatan dengan kecepatan sekitar 9–25 kilometer per jam. Sementara prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berawan dan udara kabur dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada pagi, siang/sore, malam dan dini hari di sejumlah wilayah.
Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Berdasarkan pembaruan ISPU Provinsi Jambi pada 2 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, parameter PM2,5 menunjukkan:
- Kota Jambi (Paal Lima): 256 — Sangat Tidak Sehat
- Muaro Jambi: 374 — Berbahaya
- Tanjung Jabung Timur: 152 — Tidak Sehat
- Tebo: 174 — Tidak Sehat
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla terhadap kualitas udara masih perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dampak terhadap kesehatan masyarakat juga tercermin dari rekap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga minggu ke-38.
Data dari aplikasi SKDN Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat total 5.803 kasus ISPA pada wilayah yang tercantum dalam laporan.
Kasus terbanyak tercatat di Kota Jambi sebanyak 3.418 kasus, kemudian Merangin 487 kasus, Batanghari 464 kasus, Tanjung Jabung Barat 454 kasus, Tebo 517 kasus, Muaro Jambi 531 kasus, Bungo 403 kasus, Kerinci 484 kasus, Sarolangun 450 kasus dan Tanjung Jabung Timur 322 kasus, serta Kota Sungai Penuh 373 kasus.
Di sisi penegakan hukum, hingga laporan tersebut diterbitkan tercatat 86 kasus karhutla yang ditangani. Sebanyak 69 kasus masuk kategori lidik dan 17 kasus dalam kategori sidik. Dari keseluruhan penanganan tersebut, tercatat 16 orang tersangka.
Posko juga mencatat perkara dalam beberapa tahapan penanganan, termasuk perkara tahap II, tahap I dan penyidikan.
Upaya pencegahan dan penanggulangan dilakukan melalui patroli darat, pemadaman, sosialisasi serta pemantauan titik panas. Kegiatan posko darat antara lain meliputi briefing Satgas Karhutla darat dan udara, pengecekan hotspot, pemadaman bersama, patroli dan sosialisasi terpadu, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sementara dari udara dilakukan briefing rutin, pengecekan titik hotspot, pemantauan satelit dan penyamaan informasi mengenai kondisi karhutla di kabupaten/kota. Pada 2 Oktober 2026, operasi udara juga melibatkan pesawat patroli PK-AIA, helikopter patroli PK-VSA serta sejumlah armada waterbombing yang disiapkan untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla.
BPBD Provinsi Jambi bersama unsur terkait juga terus melakukan pengumpulan data dari kabupaten/kota, koordinasi Satgas Karhutla, pengamatan dan informasi situasi, briefing posko udara, patroli serta sosialisasi.
Tim gabungan juga memberikan bantuan kepada masyarakat dan melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.
Dengan masih tingginya jumlah hotspot, luas lahan terbakar, serta kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla.
Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya.
Sumber: Operator Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi Tahun 2026.
- Penulis: redaksibulletin27.com

