Pengawas PAI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan Kurikulum
- account_circle JUNA
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARO JAMBI, Bulletin27.com – Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan dan perkembangan kurikulum. Karena itu, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) didorong untuk tidak sekadar memahami perubahan kebijakan, tetapi mampu menerapkannya dalam pembelajaran yang lebih efektif dan relevan bagi peserta didik.(11/08/2026)
Pesan tersebut disampaikan Pengawas PAI H. Sudirman, S.Ag, saat memberikan sosialisasi perubahan dan perkembangan kurikulum PAI dalam pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru Agama (KKGA) di SDN 61 Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (6/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sudirman memberikan penguatan kepada para guru terkait berbagai aspek penerapan kurikulum, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, asesmen, hingga penguatan kompetensi peserta didik.
Menurutnya, perubahan kurikulum tidak semestinya dipahami sebatas perubahan administrasi. Guru dituntut mampu menerjemahkan setiap kebijakan ke dalam proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan kontekstual.
“Guru PAI diharapkan dapat terus beradaptasi dan mengembangkan pembelajaran yang aktif, kreatif, kontekstual, serta mampu membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik,” ujar H. Sudirman.
Dalam sosialisasi tersebut, para guru juga diberi kesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum di satuan pendidikan.

Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembelajaran sekaligus memastikan kebijakan kurikulum dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan itu turut dihadiri Korwil Pendidikan Kecamatan Kumpeh Ulu Aprijal, M.Pd.I, serta Kepala SDN 61 Kasang Pudak Arlisman, S.Pd.
Ketua KKGA Deddy mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari pertemuan rutin KKGA yang dilaksanakan setiap bulan.
“Pertemuan rutin KKGA ini menjadi wadah bagi guru untuk meningkatkan pemahaman, berbagi pengalaman, serta mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan,” kata Deddy saat ditemui media ini.
Ia berharap kegiatan pembinaan dan pendampingan tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga guru PAI semakin siap menghadapi perubahan kebijakan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Melalui penguatan kompetensi dan pendampingan yang konsisten, pembelajaran PAI diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu membentuk karakter, sikap, dan akhlak mulia peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.(Jn)
- Penulis: JUNA

