Sinergi UNAJA dan Rumah BUMN Jambi: Bangun Inkubator Bisnis Berbasis AI dan Penguatan Fundamental untuk UMKM Naik Kelas
- account_circle RedaksiBulletin27.com
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBI, Bulletin27.com – Dalam upaya konkret mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) melalui Lembaga Inovasi Bisnis dan Export (LIBE) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) resmi merajut kolaborasi strategis dengan Rumah BUMN Jambi. Kesepakatan ini dicapai melalui audiensi resmi guna merintis Inkubator Bisnis komprehensif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (04/08/2026).
Berbeda dengan program pembinaan konvensional yang kerap kali hanya berfokus pada perbaikan kemasan luar (packaging) atau penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sederhana, Inkubator Bisnis gagasan UNAJA dan Rumah BUMN Jambi ini dirancang untuk menyentuh akar permasalahan yang sering menjegal laju UMKM.
Ketua LIBE UNAJA, Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I, menegaskan bahwa transformasi UMKM di era modern membutuhkan pendekatan holistik yang menyentuh fundamental bisnis dan adaptasi teknologi mutakhir.
“UMKM kita tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan kemasan. Di era disrupsi ini, pemahaman fundamental ekonomi yang solid, legalitas usaha yang aman, serta adopsi Kecerdasan Buatan (AI) adalah kunci memenangkan pasar. Kami di LIBE UNAJA berkomitmen membawa teknologi inovatif dan literasi bisnis yang mumpuni turun ke akar rumput, agar UMKM Jambi siap bersaing di pasar nasional hingga ekspor,” ujar Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino.

Program Inkubator Bisnis ini akan memfokuskan pendampingannya pada tiga pilar utama:
- Fundamental Ekonomi: Membekali pelaku usaha dengan strategi manajemen keuangan, penjagaan arus kas (cashflow), dan mitigasi risiko bisnis.
- Hukum & Legalitas: Pendampingan perizinan usaha, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta penyusunan kontrak kerja sama dagang yang aman secara hukum.
- Digitalisasi Berbasis AI: Pemanfaatan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) untuk analisis tren pasar, otomatisasi pemasaran digital, hingga operasional bisnis yang efisien.
Kolaborasi lintas sektor ini juga memiliki nilai ganda bagi civitas akademika UNAJA. Program ini tidak sekadar menjadi pusat pelatihan, melainkan laboratorium hidup bagi para dosen dan peneliti kampus.
Ketua LPPM UNAJA, Hafiz Muchti Kurniawan, S.Si, M.Si, C.Quan, C.Qual, menambahkan, “Inkubator bisnis ini adalah wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, ilmu pengetahuan dan riset yang dikaji di ruang-ruang kuliah UNAJA kini diterjunkan langsung untuk menyelesaikan persoalan riil pelaku usaha. Ini adalah bukti bahwa kampus hadir memberikan solusi bagi masyarakat.”
Melalui perpaduan kekuatan mentor akademisi dari UNAJA dan akses jaringan serta fasilitas mumpuni dari Rumah BUMN Jambi, ekosistem baru ini diharapkan segera berjalan dalam waktu dekat. Sinergi ini menjadi langkah optimis untuk melahirkan generasi pengusaha Jambi yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.
- Penulis: RedaksiBulletin27.com

