Mahasiswa, Masyarakat, dan Komunitas Akan Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati Muaro Jambi, Soroti Infrastruktur hingga Dugaan Dinasti Kekuasaan
- account_circle RedaksiBulletin27.com
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBI, Bulletin27.com – Gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali mencuat. Sejumlah mahasiswa, masyarakat, dan berbagai komunitas akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Muaro Jambi pada Senin, 27 Juli 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang serius.
Aksi ini diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMFASNA) yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi secara terbuka dan damai. Menurut panitia, aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang semakin meluas terhadap kondisi Kabupaten Muaro Jambi dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai persoalan akan menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Mulai dari kondisi infrastruktur yang dinilai masih memprihatinkan, kualitas pelayanan pendidikan yang belum merata, hingga pelayanan kesehatan yang dianggap masih jauh dari harapan masyarakat. Selain itu, massa aksi juga akan menyoroti dugaan adanya praktik dinasti dalam kepemimpinan di Kabupaten Muaro Jambi. Menurut mereka, kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat terciptanya pemerintahan yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa demonstrasi ini bukan sekadar bentuk kritik kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan secara langsung. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi yang akan disampaikan.
“Kami ingin pemerintah benar-benar mendengar suara masyarakat. Banyak persoalan yang selama ini dikeluhkan warga, mulai dari jalan yang rusak, pelayanan publik yang belum maksimal, hingga berbagai kebijakan yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Aspirasi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar salah satu perwakilan Mahasiswa
DEMFASNA juga mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Muaro Jambi untuk ikut bergabung dalam aksi tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi akan berlangsung secara damai dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Menurut Koordinasi Umum Aksi, demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Muaro Jambi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat serta memberikan penjelasan dan solusi atas berbagai persoalan yang menjadi tuntutan.
Massa aksi juga berkomitmen untuk mengawal setiap aspirasi yang disampaikan agar tidak berhenti hanya pada aksi demonstrasi semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Melalui aksi ini, mahasiswa, masyarakat, dan komunitas berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dapat lebih responsif terhadap berbagai kritik dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat. Mereka menilai sudah saatnya pemerintah menunjukkan komitmen yang nyata dalam membenahi persoalan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik.
Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026 tersebut diperkirakan akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dari sejumlah wilayah di Kabupaten Muaro Jambi. Kami berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan menjadi momentum untuk mendorong perubahan yang lebih baik bagi Kabupaten Muaro Jambi.
- Penulis: RedaksiBulletin27.com

