Kemendikdasmen Soroti Fondasi Pendidikan Anak di Kota Jambi, Literasi Didorong Sejak PAUD
- account_circle JUNA
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBI, BULLETIN27.COM – Pendidikan anak usia dini (PAUD) kembali menjadi perhatian pemerintah. Bukan sekadar soal ruang kelas dan fasilitas belajar, penguatan karakter serta budaya literasi sejak usia dini dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menghadapi masa depan. Pesan itu mengemuka saat Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, mengunjungi TK Negeri Pembina 1 Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pendidikan anak usia dini di daerah, mulai dari proses pembelajaran hingga ketersediaan sarana dan prasarana.
Tak hanya melakukan peninjauan, rombongan Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas literasi kepada TK Negeri Pembina 1 dan TK Negeri Pembina 3 Kota Jambi.
Hafidz Muksin didampingi Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiono, serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Jambi. Menurut Hafidz, pemerintah ingin memastikan peningkatan kualitas pendidikan benar-benar menyentuh anak sejak jenjang paling awal.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung dan memastikan pendidikan bermutu benar-benar dirasakan anak-anak. Kehadiran Bunda PAUD Kota Jambi juga menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi guru maupun peserta didik,” ujar Hafidz.
Bukan Hanya Fasilitas, Karakter Anak Jadi Perhatian, Hafidz menegaskan, penguatan PAUD tidak boleh hanya dimaknai sebagai penambahan atau perbaikan fasilitas pendidikan.
Yang tak kalah penting adalah bagaimana sekolah membangun lingkungan yang mampu menanamkan kebiasaan baik, membentuk karakter, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak.
Hal tersebut sejalan dengan Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang tengah didorong Kemendikdasmen.
Program itu diarahkan untuk membentuk karakter melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Dalam proses tersebut, literasi memiliki posisi penting. Anak didorong untuk terbiasa membaca, belajar, bertanya, berkomunikasi, serta berinteraksi dengan lingkungan melalui suasana pendidikan yang menyenangkan. Kebiasaan tersebut diyakini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus menjadi bekal anak dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Fasilitas Literasi Diharapkan Hidupkan Ruang Belajar. Bantuan yang diberikan kepada dua TK Negeri Pembina di Kota Jambi diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan ruang belajar yang kreatif dan menyenangkan.
Penguatan sarana literasi juga diharapkan mampu memperkenalkan aktivitas membaca dan belajar sebagai kegiatan yang menarik bagi anak, sehingga minat baca dan keingintahuan mereka dapat tumbuh sejak dini.
Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi. Menurutnya, dukungan tersebut semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan anak tidak dapat dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah semata. Kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan berkembang secara optimal.
Komitmen itu juga sejalan dengan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian awal sekaligus tahap penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiono menilai sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa membangun budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku maupun fasilitas pendukung.
Guru, orang tua, dan lingkungan belajar memiliki peran besar dalam memastikan kebiasaan literasi benar-benar tumbuh dalam keseharian anak.
Kunjungan Kemendikdasmen ke Kota Jambi sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus dimulai dari fondasi paling awal.
PAUD bukan sekadar tempat anak belajar mengenal huruf dan angka. Lebih dari itu, pendidikan pada usia dini menjadi ruang untuk membangun karakter, rasa ingin tahu, kebiasaan positif, dan kecintaan terhadap proses belajar.
Dengan penguatan pendidikan, budaya literasi, lingkungan belajar yang kreatif, serta pembentukan karakter sejak dini, anak-anak Jambi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: JUNA

