Basarnas Jambi Ingatkan Bahaya Arus Bawah dan Perubahan Kedalaman di Pasir Timbul Sungai Batanghari
- account_circle JUNA
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBI, Bulletin27.com – Fenomena pasir timbul di sepanjang aliran Sungai Batanghari kembali menjadi perhatian. Kawasan yang muncul secara musiman dan kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai objek wisata tersebut ternyata menyimpan potensi bahaya serius bagi keselamatan pengunjung. 10/08/2026
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap area pasir timbul sebagai lokasi yang sepenuhnya aman untuk bermain maupun beraktivitas di air.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah kejadian kondisi membahayakan manusia (KMM) di wilayah perairan hingga menyebabkan korban jiwa.
Basarnas Jambi menegaskan, karakteristik Sungai Batanghari memiliki kedalaman yang tidak merata. Di balik permukaan air yang terlihat tenang dan dangkal, terdapat kontur dasar sungai yang dapat berubah secara tiba-tiba, termasuk palung atau cekungan dalam akibat proses penggerusan aliran sungai.
Selain itu, arus bawah sungai yang deras juga menjadi ancaman yang sulit terlihat dari permukaan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang yang berada di sekitar pasir timbul tiba-tiba kehilangan pijakan dan terseret arus.
Karena itu, Basarnas Jambi mengimbau masyarakat untuk mengenali karakteristik sungai sebelum melakukan aktivitas di sekitar perairan.
Penggunaan jaket pelampung (life jacket) juga sangat dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang menyeberang menggunakan perahu atau ketek maupun yang beraktivitas di sekitar area pasir timbul.
Basarnas mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan kemampuan berenang semata. Kondisi arus sungai terbuka berbeda dengan kolam atau perairan yang tenang, sehingga kemampuan berenang belum tentu cukup untuk menghadapi arus bawah yang kuat.
Pengawasan terhadap anak-anak juga harus menjadi perhatian utama. Orang tua diminta tidak membiarkan anak bermain atau berenang di sekitar sungai tanpa pendampingan orang dewasa dan tanpa menggunakan alat keselamatan yang memadai.
Sementara bagi pengelola wisata lokal maupun kelompok masyarakat yang berada di sekitar kawasan pasir timbul, Basarnas mengimbau agar menyediakan peralatan pertolongan darurat, seperti ban pelampung (ring buoy), tali lempar (throw bag), serta petugas yang melakukan pengawasan di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di perairan.
Basarnas Jambi kembali mengingatkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam memanfaatkan fenomena pasir timbul sebagai objek wisata musiman.
Jika melihat atau mengalami kondisi darurat maupun kecelakaan di perairan, masyarakat diminta segera menghubungi Emergency Call Center Basarnas di 115 (bebas pulsa), atau meminta bantuan kepada instansi terkait dan perangkat desa setempat.
Jangan menunggu sampai terjadi korban. Kenali karakter sungai, gunakan alat keselamatan, dan selalu utamakan keselamatan sebelum menikmati pesona pasir timbul Sungai Batanghari.
- Penulis: JUNA

