Kebakaran Lahan Gambut di Kumpeh Belum Padam, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman
- account_circle JUNA
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARO JAMBI, Bulletin27.com – Kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Londerang/Rondang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Hingga Rabu 12 Agustus 2026, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mengendalikan api yang membakar kawasan gambut.(13/8/2026)
Berdasarkan laporan pemadaman Daops Manggala Agni Sumatera IX/Kota Jambi, titik kebakaran berada di sekitar koordinat S -1.40208 dan E 103.88993. Sementara luas keseluruhan lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan.
Tim pemadam telah berhasil memadamkan sekitar 0,2 hektare area terbakar. Namun, hingga laporan terakhir diterima, kebakaran masih belum sepenuhnya padam.
Kondisi lapangan cukup menantang karena vegetasi yang terbakar terdiri dari sawit, semak belukar dan pakis, dengan jenis tanah berupa gambut. Kebakaran juga tercatat sebagai kebakaran bawah, sehingga proses pemadaman membutuhkan penyisiran dan pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan api di bawah permukaan benar-benar padam.
Lokasi kebakaran berada di kawasan PT PHL dan lahan masyarakat. Tim menggunakan kanal sebagai sumber air pemadaman. Kanal tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman kurang lebih 100 sentimeter.

Pemadaman melibatkan kekuatan gabungan dari sejumlah unsur. Daops Manggala Agni Sumatera IX/Kota Jambi menurunkan 11 personel, TNI tiga personel, Polri dua personel, RPK PT PHL sebanyak 39 personel, BPBD Provinsi Jambi tiga personel, BPBD Muaro Jambi empat personel, serta tujuh personel gabungan dari Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi.
Di lapangan, Tim 1 Manggala Agni melakukan penyisiran pada sayap api sisi timur menggunakan mesin Mini Striker dengan bentangan enam selang pemadam.
Upaya pemadaman juga mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing untuk membantu menjangkau dan mengendalikan titik-titik api dari udara.
Peralatan yang dikerahkan Manggala Agni meliputi mobil pengangkut peralatan, dua unit motor KLX, dua mesin Mini Striker, satu mesin Shibaura, selang hisap, selang buang berbagai ukuran, Y Connector, nozzle, Jet Shooter serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Berdasarkan laporan kondisi lapangan, cuaca dari pagi hingga sore hari relatif cerah dengan kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam.
Tim gabungan masih melakukan pemadaman, pendinginan dan penyisiran di sekitar lokasi. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali muncul apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Hingga laporan terakhir pada Rabu (12/8/2026), kebakaran belum dinyatakan padam dan proses penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Bulletin27.com — Jambi
- Penulis: JUNA

