Jakarta || Bulletin27.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) kembali menunjukkan taringnya dalam perang melawan narkotika. Melalui Operasi Sapu Bersih Narkoba (Saber Bersinar) 2026, BNN bersama aparat gabungan berhasil mengungkap sejumlah kasus besar di berbagai wilayah Indonesia.19 Mei 2026
Operasi ini menyasar jaringan narkotika di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jakarta, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, hingga Kepulauan Riau.
Bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya, BNN berhasil mengamankan 31 tersangka dari berbagai jaringan peredaran gelap narkotika.
Tak hanya itu, petugas juga menyita barang bukti dalam jumlah besar, yakni 136,5 kilogram sabu, 147 kilogram ganja, 6.681 butir ekstasi, serta berbagai jenis narkotika lainnya.
BNN memperkirakan, pengungkapan ini telah menyelamatkan sekitar 353.312 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba, dengan nilai ekonomi barang bukti mencapai Rp211,4 miliar.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini adalah Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam memberantas narkotika.

“Keberhasilan Operasi Saber Bersinar ini menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman narkotika. Sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membongkar jaringan narkotika,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jaringan narkotika kini semakin canggih dalam menjalankan aksinya.
“Kami melihat adanya perkembangan modus operandi yang semakin kompleks, mulai dari penggunaan jalur internasional, jasa ekspedisi, hingga identitas palsu. Ini harus dihadapi dengan strategi yang lebih kuat dan terpadu,” tegasnya.
BNN pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan. Ini tanggung jawab bersama demi Indonesia Bersinar,” pungkasnya.
Jaringan Aceh–Bogor Dibongkar, 29 Kg Sabu Disita
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di Bogor. Tim gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil menggagalkan peredaran sabu jaringan Aceh–Bogor.
Sebanyak 29 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina diamankan dari sebuah kendaraan di kawasan Parung Panjang. Tiga tersangka berhasil ditangkap setelah dilakukan surveillance sejak dari Aceh hingga Jabodetabek.
Kaltim Diguncang, 92 Kg Sabu dan Vape Narkotika disita. Di Kalimantan Timur, petugas mengungkap jaringan besar dengan barang bukti mencapai 92,1 kilogram sabu. Tak hanya itu, ditemukan juga 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate menunjukkan adanya modus baru penyelundupan narkotika melalui produk turunan.
Modus Baru Ekspedisi dan Kurir Terbang
BNN juga mengungkap jaringan narkotika transnasional yang memanfaatkan jasa ekspedisi dan kurir udara. Dari jaringan ini, petugas menyita sekitar 13 kilogram sabu, termasuk dari pengiriman paket asal Laos ke Jakarta serta penangkapan kurir di Bandara Soekarno-Hatta.
Modus yang digunakan mulai dari identitas palsu, alamat fiktif, hingga pemanfaatan transportasi online. 145 Kg Ganja Diamankan di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, petugas menggagalkan distribusi ganja dengan barang bukti mencapai 145 kilogram. Empat pelaku diamankan, sementara jaringan diketahui dikendalikan oleh seorang buronan.

Operasi Meluas di Berbagai Daerah
- Riau: pengungkapan kampung narkoba
- Sumatera Utara: sabu, ekstasi, dan happy water disita
- Aceh: sabu dan ketamin diamankan
- Sulawesi Tengah: pengiriman ganja digagalkan
- Kepulauan Riau: penyelundupan vape narkotika dari Malaysia
- Jawa Timur: 15 pelaku diamankan
Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Perang Melawan Narkoba Belum Selesai
BNN menegaskan bahwa jaringan narkotika terus berkembang dengan berbagai cara baru, mulai dari jasa pengiriman hingga produk seperti vape.
Karena itu, peran masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu aparat mengungkap peredaran gelap narkotika.
” Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) bukan hanya slogan, tetapi tanggung jawab bersama “.(JN)
Editor : Redaksi
